Ramalan Perjodohan

"Terima Kasih Telah Mengunjungi Blog ini Maaf Bila Masih Ada Kesalahan Dalam Blog ini Karna Blog ini Masih Dalam Prosses Pembuatan"

Sabtu, 15 Januari 2011

Pemuda Ini Diperkosa 10 Wanita


Peristiwa naas ini dialami oleh seorang pemuda sekolahan berusia 17 tahun
Lumrahnya seorang lelaki bejat yang biasanya melakukan pemerkosaan terhadap wanita. Namun tidak demikian yang terjadi di Papua Nugini (PNG), seorang lelaki justru diperkosa secara simultan oleh beberapa wanita.

Kasus ini terjadi di provinsi Mendi, pada Jumat, 19 November 2010, namun laporan baru sampai ke media pada Senin, 22 November 2010. Menurut laporan polisi, peristiwa naas ini dialami oleh seorang pemuda sekolahan berusia 17 tahun.

Pemuda yang tidak disebutkan namanya ini dihadang di jalan oleh 10 wanita yang kesemuanya membawa pisau. Wanita-wanita tersebut kalap menyerang si pemuda yang tidak berdaya, bahkan beberapa di antara mereka menggagahinya.

“Lebih dari 10 wanita bersenjatakan pisau dapur menyerangnya dan beberapa dari mereka memperkosanya. Ini adalah masalah serius dan polisi masih berusaha mengidentifikasi 'binatang-binatang' ini,” ujar komandan polisi Teddy Tei seperti dilansir dari laman Associated Press.

Saat ini pemuda tersebut terbaring di rumah sakit menjalani perawatan. Tei mengatakan bahwa kekhawatiran utamanya adalah wanita-wanita tersebut menularkan HIV/AIDS. Penyakit yang salah satu penularannya melalui hubungan seksual ini adalah masalah besar di Papau Nugini.

“Saya selalu memperingatkan kaum wanita untuk berhati-hati pada waktu malam, tapi sekarang saya juga harus memperingatkan kaum pria,” ujarnya seraya mengatakan bahwa pihaknya masih belum mengetahui motif sebenarnya dibalik penyerangan itu.

Papua Nugini adalah negara dengan tingkat pemerkosaan yang tinggi, hal ini berdasarkan laporan dari UNICEF tahun 2008. menurut laporan tersebut, terdapat sekitar delapan persen wanita pernah diperkosa. Itu berdasarkan laporan dari polisi, yang tidak dilaporkan diduga lebih banyak lagi.
Baca selengkapnya Tio Blog: 01/01/11

UPDATE RINCIAN DANA PERJALANAN PULAU SEMPU,MALANG

RINCIAN DANA PERJALANAN PULAU SEMPU,MALANG

1. BBM + Tol + 1 Mbl = 500.000 (PP)

2. Biaya Penyebrangan 9 org = 300.000 (PP)

3. Biaya Masuk Pulau 9 org @5.000 = 45.000 x 2 mlm = 90.000

4. Biaya Administrasi Rombongan = 50.000/mlm x 2 mlm = 100.000

5. TOTAL BIAYA PERJALANAN = 990.000

6. Bahan Makan + Minum : I. Beras 10 Liter = Free

II. Indomie 1,5 Dus = 54.000

III. Aqua 20 Botol 1,5 liter =20 x 6000 = 120.000

IV. Kentang 6 Kg = 30.000

V. Telor 50 Butir x 1000 = 50.000

VI. Sayuran = 30.000

VII. Sosis/Naget 4 bks ( pengganti daging ) 20.000 x 4 = 80.000

VIII. Garam + Gula 3 Bks x 5000 = 15.000

IX. Minyak Goreng/Bluband = 25.000

X. Saos + Kecap @ 3 btl = 6 x 5000 = 30.000

XI. Teh + Kopi @ 3 bks = 6 x 7000 = 42.000

XII. Spons + Sabun Cuci Piring = 20.000

XIII. Snack + Makanan Tak Terduga 9 Org = 124.000

7. TOTAL BAHAN MAKANAN DAN MINUMAN 4 HARI 5 MALAM = 620.000

8. Alat2 Camp 5 Hari = 670.000 ( Tenda + Matras + HT )

a. Tenda Doom Barito Non Alas = 60.000 x 5 hari = 300.000

b. Matras = 4 x 3.500 x 5 hari = 70.000

c. HT = 40.000 x 5 hari = 200.000

9. Pembuatan Baju @25.000 x 9 Org = 225.000

10. TOTAL PERJALANAN + BAHAN2 + ALAT2 CAMP + BAJU = 2.505.000

11. Biaya Takterduga/Sisa Biaya = 195.000

12. TOTAL SELURUHNYA = 2.700.000

13. BIAYA PER ORANG = 300.000 x 9 Org = 2.700.000

Note : Tolong bagi yg mau ikut disarankan bawa tas ransel, senter, beserta batre nya untuk 3 mlm

Baca selengkapnya Tio Blog: 01/01/11

Minggu, 02 Januari 2011

Ikan Lele Bermutasi Jadi Pemangsa Manusia


Sejak tahun 1998 hingga 2007, tiga orang lenyap tenggelam mendadak di Great Kali River, sungai yang melintang di perbatasan antara Nepal dan India utara. Hal ini sangat aneh karena kawasan itu bukanlah habitat buaya dan predator air lain.

Terakhir, dari saksi mata yang melihat kejadian, seorang anak terlihat diseret ke dalam air oleh sesuatu yang tampak seperti babi berukuran panjang. Setelah itu, korban tidak pernah terlihat lagi, hidup atau mati. Demikian pula sisa-sisa tubuh ataupun pakaiannya.

Kasus-kasus itu memicu Jeremy Wade, biolog asal Inggris untuk mengamati apa yang ada di dalam sungai tersebut. Pasalnya, serangan hanya terjadi di kawasan tertentu, sepanjang sekitar 6 sampai 8 kilometer. Kawasan itu, menurut keterangan penduduk, merupakan kawasan di mana mereka biasa melarungkan jasad saudara-saudara mereka yang telah meninggal setelah dibakar.

Setelah meneliti menggunakan alat pengukur kedalaman, ia memastikan tidak ada lubang ditemukan, artinya serangan tidak diakibatkan oleh turbulensi yang terjadi di air.

Benar saja, tak lama setelah itu, dari jarak sekitar 1 kilometer dari serangan terakhir, seekor kerbau yang sedang minum di sungai yang hanya memiliki kedalaman 1 meter diserang dan diseret oleh sesuatu dari dalam air.

“Apapun yang mampu menyeret kerbau sebesar itu pasti memiliki ukuran dan bobot seberat 90 sampai 140 kilogram,” ucap Wade, seperti dikutip dari Discovery, 29 Desember 2010.

Dalam penelitian bawah air, Wade menemukan goonch catfish, serupa ikan lele yang memiliki panjang satu meter. Namun ikan itu gagal ditangkap. Penelitian lebih lanjut, diketahui bahwa terdapat beberapa kelompok goonch dan enam di antaranya berukuran sebesar manusia.

Setelah gagal menangkap ikan itu dengan alat pemancing, Wade coba memancing pemunculan ikan itu menggunakan seonggok kayu bakar dan disusun seolah-olah merupakan bekas kremasi jasad orang meninggal. Ternyata sukses.

Seekor goonch berukuran panjang 1,8 meter dan berbobot 75,5 kilogram, atau 3 kali lebih berat dibanding goonch lainnya berhasil ditangkap. Ikan ini diperkirakan cukup besar dan kuat untuk memakan seorang anak kecil, namun tak cukup besar untuk menyeret dan menyantap seekor kerbau.

Dari keterangan penduduk, Wade menyimpulkan bahwa ‘ikan lele’ itu telah bermutasi menjadi berselera terhadap daging manusia. Ikan juga tumbuh menjadi raksasa setelah terus mengonsumsi daging setengah matang sisa-sisa jasad manusia yang dilarungkan dan tenggelam di dasar sungai.
Baca selengkapnya Tio Blog: 01/01/11